Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2009

The Marriage of Saudi Power and Wahhabi Teaching Bernard Lewis

The Marriage of Saudi Power and Wahhabi Teaching
Bernard Lewis

Biografi Bernard Lewis
Bernard Lewis (lahir 31 Mei 1916, London) adalah sejarawan Yahudi Inggris-Amerika yang menjabat sebagai Profesor Kehormatan bidang Timur Tengah di Universitas Princeton. Ia mendalami sejarah Islam serta interaksi kebudayaan Barat dan Islam. Ia dikenal karena karyanya tentang sejarah Kekhalifahan Utsmaniyah dan debat intelektualnya dengan Profesor Edward Said tentang konflik Israel-Palestina. Ia merupakan ahli di bidang Timur Tengah, dan merupakan penasihat George W. Bush dalam Perang Irak. Dalam Encyclopedia of Historians and Historical Writing, Martin Kramer, yang tesis Ph.D-dibimbing oleh Lewis, menganggap Lewis merupakan "sejarawan Islam dan Timur Tengah paling berpengaruh pasca perang. "
Selama bertahun-tahun dia adalah salah satu dari sedikit cendekiawan Eropa diizinkan untuk mengakses arsip dari Kekaisaran Ottoman di Istanbul. Selain itu studi sejarah keislaman, ia telah menerbitkan terjemahan klasik Arab, Turki, Persia dan puisi Ibrani. Professor Lewis juga banyak sekali menerbitakan berbagai macam buku diantaranya , The Arabs in History , What Went Wrong? and The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror .


Ringkasan Kandungan The Marriage of Saudi Power And Wahhabi Teaching
Muhammad ibn ’Abd al-Wahhab (1703-1792) merupakan ahli teologi dari wilayah Najd di Arabia yang menjadi pendiri ajaran Wahhabi, ajaran ini mengamapanyekan pemurnian dan keaslian ajaran islam kepada ajaran asalnya. Beliau dalam mengajarkan ajaran wahhabi didukung penuh oleh para tokoh penting yaitu sheikh-sheikh yang merupakan keturunan dari kerajaan saudi. Para shiekh itu juga mendukung pemurnian ajaran islam dengan salah satu cara membersihkan dan menghancurkan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
Penguasa saudi di Najd pada waktu itu merangkul faham wahhabi sebagai salah satu cara untuk menjatuhkan kerajaan ustmani. Dengan berdalih memurnikan ajaran islam mereka secara gencar melancarkan kampanye pemurnian islam di wilayah arab pusat, bagian timur, dan juga kedaerah negri-negri sabit dengan melakukan serangkaian penyerangan. Setelah menaklukan karbala sebagi kota suci kaum syiah, mereka melanjutkan expansinya ke daerah hijaz dan melanjutkan ke kota makah dan amdinah dengan dalih ingin mensucikan kedua kota itu. Akan tetapi para penguasa Ustmani tidak tinggal diam, walaupu mereka mengalami kemunduran, mereka akhirnya bersekutu dengan Pasya dari mesir untuk menumpas gerakan wahabi dan pemberontakan yang dilancarkan oleh kerajaan Saudi. Dalam kelanjutanya mereka berhasil memukul mundur kerajaan Saudi pada tahun 1818, dan penguasa saudi diasingkan dan dihukum mati di Istambul. Walaupun kerajaan Saudi pada saat itu berhenti berjalan akan tetapi ajaran dari wahhabi tetap bertahan.
Kebangkitan aliran wahhabi yang cukup signifikan pada abad 18, dikarenakan pada waktu itu ajaran ini sangat dirasakan sebagai akibat dari mundurnya peradaban Islam dan majunya umat Kristen. Wahhabi muncul seolah-olah sebagai sebuah solusi dari permasalahan-permasalahan itu. Faktor lain dikarenakan semakin terpuruknya kerajaan Utsmani di Balkan dimanfaatkan oleh kerajaan Saudi dan wahhabi sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak kekuasaan mereka. Aliran wahhabi dalam perkembangan idiologinya sangat menentang bentuk-bentuk pembaharuan dalam Islam, mereka berpendapat bahwa Islam harus diamalkan semurni mungkin, mereka juga sangat membenci ketika ada upaya-upaya untuk menjatuhkan Islam baik itu dari kalangan luar ataupun kalangan dalam Islam sendiri. Oleh karena itu mereka sangat bertolak belakang dengan kalangan ataupun aliran didalam Islam yang lebih moderat, seperti Sunni, Syiah dan juga aliran Sufi, mereka bahkan mengharamkan dengan kemunculan tasawuf yang dipelopori oleh para Sufi. Wahhabi sangat bertolak belakang pemikiran dengan aliran-aliran tersebut bahkan muncul sebagi musuh dari aliran tersebut.
Wahhabi dalam menjalankan ajaranya didukung oleh pemerintahan kerajaan saudi dengan mewajibkan masyarakat yang ada untuk ikut dan patuh dengan segala peraturan yang ada, bisa dikatakan mereka menggunakan segala upaya dalam mensukseskan apa yang mereka percayai, seperti halnya terjadi banyak kekerasan dimana-mana, pemenggalan terhadap orang ang dipandang kafir, membongkar makam-makam, menajiskan tempat-tempat yang tidak sesuai dengan aliran mereka serta yang lebih parah lagi pembakaran terhadap banyak literatur atau buku-buku yang tidak sesuai dengan ajaran wahhabi dan biasanya disertai dengan adanya hukuman berat seperti hukuman mati bagi penganut dan pembaca buku-buku itu.
Penggabungan antara kerajaan saudi dan juga ajaran-ajaran aliran wahhabi dirasakan semakin kuat, penyatuan dari keduanya merupakan aspek yang sangat penting terhadap kemajuan dari apa yang mereka rencanakan. Hal ini bisa dilihat dari suksesnya berbagai macam perlawanan yang dipelopori oleh kerajaan saudi dan aliran wahhabi terhadap kerajaan Ustmaniah yang pada saat itu kehilangan momentumnya, sehingga dua kekuatan ini muncul sebagai kekuatan yang besar baik itu dalam hal pemerintahan ataupun dalam proses doktrinisasi aliran wahhabi itu sendiri. Disisi lain kerajaan saudi juga membangun berbagai bentuk kerjasama dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan dari dunia luar, bisa dilihat ketika mereka mengadakan kerjasama dengan Inggris pada bulan Desember 1915. Dari perjanjian ini kerajaan Saudi mendapatkan jaminan pengakuan kedaulatan dengan bentuk tunjangan dan juga bantuan manakala terjadi penyerangan.
Kerajaan Saudi melanjutkan kebiasaan kekuasaan seperti yang pernah ada pada zaman Utsmaniah yaitu dengan sistem kerajaan yang menunjuk keturunan dari raja atau putra makota untuk menjadi penerus dari kerajaan tersebut. Disisi lain perkembangan ajaran Wahhabi serta keuasaan kerajaan saudi tidak terlepas dari pada kekayaan dari sumber minyak serta hak untuk mengelola dua kota suci umat islam, yaitu Makkah dan Madinah, dari penghasilan itu mereka mampu membiayai seluruh penyebaran ajaran Islam menurut versi Wahhabi baik itu melalui penerbitan buku-buku maupun melalui propaganda-propaganda yang mengatasnamakan pemurnian agama islam. Jadi sudah selayaknya ketika wahhabi mampu muncul sebagai sebuah faham yang dapat berkembang dengan sangat cepat dan luas karena didukung dengan sumber pendanaan yang begitu kuat yaitu dari minyak dan hasil pengelolaan dua kota suci umat Islam yang setiap tahunya dkunjungi oleh berjuta-juta umat islam dari seluruh penjuru dunia dan tentu saja hal ini akan banyak mendatangkan keuntungan finansial bagi tata kelola keuangan mereka.

Analisa
Dari bab yang ke delapan tentang “The Marriage of Saudi Power And Wahhabi Teaching” kita banyak mendapatkan pemaparan-pemaparan tentang asal usul dari kerajaan Saudi dan juga ajaran aliran wahhabi. Disisi lain kita disuguhkan tentang pergolakan politik yang ternyata mempunyai perananan yang sangat signifikan terhadap perkembanagan keduanya. Dalam penjelasanya Lewis menampilkan integrasi antara kerajaan Saudi dan aliran Wahhabi muncul dengan begitu kuatnya, hal ini dilandasi dengan adanya simbiosis mutualisme antara keduanya. Kerajaan Saudi sebagai system pemerintahan dan aliran Wahhabi sebagai faham resmi dari kerajaan tersebut.
Yang perlu ditelaah lagi terlepas dari fakta-fakta yang ada, Bernard Lewis adalah seorang orientalis yang dalam berbagai tulisanya terkesan tidak objective dalam memandang islam . Bisa kita lihat dari pemaparan data yang ada, lewis membingkai kerajaan Saudi dan Wahhabi sebagai gerakan yang dalam mekanisme kemunculan serta perkembanganya mengarah seperti gerakan “teroris” yang senantiasa muncul dengan cara yang tidak humanis, dia membingkai dengan lebih banyak memunculkan aspek kekerasan dari keduanya, bahkan sejauh pengetahuan saya, aspek historis memang dikupas mendalam akan tetapi ajaran keislaman dari Wahhabi itu sendiri dimunculkan sangat sedikit. Sehingga muncul anggapan bahwa pergolakan yang ada hanya menembus kearah ranah politik dan kekuasaan semata.
Lewis dalam penjelasanya terkesan memunculkan bahwa pergolakan yang ada kepada tataran subyek pelakunya atau dalam bahasa lain lebih mengerucut kepada “siapa yang salah”, bukan mengarah pada objek “apa yang salah” dari fenomena yang terjadi, sehingga dengan tanpa sadar pembaca akan diarahkan kepada penghakiman sementara terhadap tokoh-tokoh yang ada pada waktu itu. Padahal seharusnya ketika kita selesai membaca terhadap konteks sejarah yang ada, bukan hanya persoalan apa yang terjadi dalam sejarah tersebut, akan tetapi bagaimana kita mampu belajar dari sejarah yang ada dengan mengedepankan konsep “al-mukhafadlotu ‘ala qodimi as-sholikh, wal akhdu bil jadidi aslah”.
Yang terpenting dari berbagai pemaparan diatas adalah kejelian kita sebagai pembaca untuk memahami apa yang terjadi dan bagaimana serangkaian peristiwa sejarah ini bias terjadi serta bagaimana sebagai seorang pembaca mampu besikap objective terhadap wacana-wacana yang muncul, hal ini perlu dilakukan karena mempelajari sejarah tentu saja akan memperkaya khasanah keilmuan kita, dengan syarat kita mampu bersikap dewasa dalam pemahaman dan bagaimana kita mampu mengaktualisasikan teks-teks yang ada kedalam ranah yang lebih humanis untuk dipraktikan.
Wallahu a’lam.

Senin, 08 Juni 2009

cerita sukses, motivasi, Cacat

Cacat
Seorang pemikul air di india mempunyai dua wadah air yang besar. Masing-masing wadah itu digantungkan pada kedua ujung kayu yang kemudian dipikul oleh sipemikul air. Salah satu wadah air itu retak , sedang wadah yang lain sempurna dan selalu berisi penuh sejak dipikul dari sungai sampai kerumah tuanya. Adapun wadah yang retak hanya bias membawa air setengahnya saja.
Kejadian itu berlangsung selama kurun waktu dua tahun. Wadah yang sempurna tentu saja bangga akan prestasi yang diarihnya.akan tetapi wadah yang cacat merasa malu atas ketidak sempurnaanya. Selalu merasa sedih karena ia hanya bias membawa separuh dari jumlah air yang seharusnya.
Setelah dua tahun dari apa yang dianggapnya sebagi kegagalan pahit, ia akhrnya bicara kepada sipemikul air di tepi sungai, “ aku malu pada diriku sendiri, dan aku minta maaf kepadamu.”
“mengapa?” Tanya sipemikul air. “apa yang kau malukan?”
“selama dua tahun ini akau hanya dapat mengantarkan air separuh dari wadahku, retak air dari tubuhku memocorkan air sepanjang jalan kerumah tuanmu. Karena cacatku ini, maka kau harus bekerja lebih berat; kau tidak mendapatkan hasil sesuai dengan jerih payahmu,” keluh wadah itu.
Sipemikul air merasa kasihan pada wadah cacat itu, lalu dengan penuh haru ia berkata. “dalam perjalanan ke rumahtuanku nanti, kuharap kau memperhatikan keindahan bunga-bung yang tumbuh dispanjang jalan.”
Memang benar! Ketika mereka mendaki pegunungan, wadah yang cacat itu melihat disepanjang jalan tumbuh bunga-bunga yang indah yang diterpa sinar matahari pagi. Pemandangan ini sedikit menghibur hatinya. Namun, pada akhir perjalanan ia kembali merasa sedih dikarenakan mengetahui air yang disimpanya tinggal separuh karena bocor sepanjang perjalanan, ia kemudian meminta maaf lagi atas kegagalanya.
Sipemikul air berkata kepadanya, “tidakkah kau perhatiakan, bahwa bunga-bunga itu hanya tumbuh disisi yang engkau lalui, bukan disisi wadah yang lain? Itu karena aku mengetahui kelemahanmu lalu aku memanfaatkanya, aku menanam benih disepanjang jalan yang engkau lalui setiap harinya. Setiap hari, setelah aku mengambil air dari sungai, kau menyirami benih-benih itu, selama hampir dua tahun, aku bias memetik bunga nan indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Jadi bila keadaanmu tidak demikian, tentu tuanku tidak akan pernah bias mendapatkan keindahan itu didalam rumahnya.”

hikmah dari sebrang
“Sukses Luar Biasa Dahsyat”
“toev612.blogspot.com”

Kamis, 04 Juni 2009

sukses..............612X!!!!!!!!!!!

“Teriakan dengan lantang perubahan” itulah kata-kata yang diucapkan oleh Frangky Sahilatua sewaktu diskusi kemarin difila holanda Panderman Batu. Kata-kata itu muncul mungkin dikarenakan beliau merasa tergugah untuk membangkitkan gairah pemuda yang selama ini diakui statis dan cenderung pasif. Perubahan yang positiv menurut kami adalah sebuah proses transformasi culture kearah yang lebih baik. Culture tidak terbentuk secara kebetulan, akan tetapi melalui gesekan-gesekan baik itu melalui adaptasi dan akulturasi. Bukan hanya masalah hasil yang didapat akan tetapi bagaimana proses pembentukanya. “Teriakan dengan lantang” bukan hanya dengan kata-kata akan tetapi lebih mengarah pada perbuatan, kata mewakili semangat dan ide, perbuatan mewakili bukti bahwa kita siap untuk berubah.
Untuk memulai perubahan diperlukan Keberanian. Keberanian untuk tidak takut salah dan takut kalah. Hal ini haruslah kita fahami karena disetiap keputusan yang kita ambil pasti akan diiringi konsekwensi atau resiko yang harus siap kita hadapi. Dalam Hidup ini, setiap keputusan yang kita ambil merupakan sebuah kebijakan yang mampu menentukan kemana arah Hidup kita ini dibawa. Keberanian membutuhkan mental seorang juara, yang tidak menyerah menghadapi tantangan dalam situasi, kondisi bagaimanapun, Mampu untuk bertahan dalam goncangan dan cibiran. Selalu optimis bisa menjalani perubahan kearah yang lebih baik dengan langkah yang dinamis.
Dalam arah organisasi, kita juga terkadang sangat sering dibenturkan dengan keragu-raguan, padahal kalau kita tau bahwa sebenarnya ragu adalah pangkal dari semua kegagalan, hal ini dikarenakan bahwa sanya ketika kita menjalankan sesuatu dengan modal ragu tentu saja energy yang kita gunakan tidak akan pernah mencapai 100%, so. Kegagalan tentu saja menanti pada ujungnya!
Sedikit cerita yang bisa kita jadikan inspirasi bagi kehidupan kita
Ini ceritera tentang empat orang yang bernama: Everybody, Somebody, Anybody dan Nobody.
Ada satu tugas penting yang harus dikerjakan dan Everybody diminta untuk mengerjakannya. Everybody yakin bahwa Somebody akan mengerjakannya. Sebetulnya Anybody dapat mengerjakannya, tetapi Nobody yang mengerjakannya. Somebody marah sebab itu tugas Everybody. Everybody pikir bahwa Anybody dapat mengerjakannya, tetapi Nobody sadar bahwa Everybody tidak akan mengerjakannya. Akhirnya, Everybody menyalahkan Somebody yang sebetulnya Nobody diminta oleh Anybody.

Impian kita dapat terwujud jika memiliki keberanian untuk mewujudkannya, Jika anda tak pernah memcoba anda sudah pasti tak akan berhasil “Teguh Wibawanto, SSi, MM”
Ingat dulur q.
“ Raja bisa memerintah dan merampas apa yang dimiliki oleh rakyatnya, akan tetapi jiwamu adalah tanggung jawabmu!!” (kingdome of heaven)
Oleh karena itu, segala tantangan yang akan kita hadapi haruslah kita jadikan momentum sebagai wahana perubahan, baik itu perubahan pribadi kita ataupun perubahan yang berdimensi sosial kearah puncak kesuksesan yang tertinggi. Ingatlah dulur-dulur q. Untuk perubahan yang lebih baik bukan hanya butuh kesadaran akan tetapi kerelaan hati untuk melakukan yang dibuktikan dengan perbuatan.
Wallahu A’lam

Selasa, 19 Mei 2009

sukses

"Orang Besar Menjadi Besar Apabila dianggab Besar oleh Orang Lain. Orang akan dianggab Besar Oleh Orang Lain Apabila Bisa Membesarkan Orang Lain "

Sabtu, 18 April 2009

katak sukses luar biasa

Sedikit cermin pembelajaran bagi kita, yang mengisahkan tentang bagaimana berusaha memperoleh tujuan.

Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil,...yang berlomba-lomba. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara itu untuk menyaksikan perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta. Perlombaan pun dimulai...

Secara jujur:

Tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa berhasil mencapai puncak menara. Terdengar ada yang berkata:

"Oh, jalannya terlalu susahhhhh!!

Mereka TIDAK AKAN BISA sampai ke puncak."

atau:

"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!! Katak-Katak kecil mulai berjatuhan. Satu persatu... ... Kecuali mereka yang tetap bersemangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi.. Penonton terus bersorak

"Terlalu susah!!!

Tak seekor pun yang akan berhasil!!!"

Lebih banyak lagi katak kecil yang lelah dan menyerah...

Tapi ada SATU katak yang tetap melangkah hingga semakin tinggi dan tinggi... Akhirnya katak yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali seekor katak kecil yang begitu berusaha keras dan menjadi satu-satunya yang BERHASIL sampai KE PUNCAK! Semua katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?

Seekor peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil itu mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuan?

Ternyata...

Katak yang menjadi pemenang itu

TULI……!!!!

Pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah: Jangan sekali kali mendengar kata orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis. karena mereka akan mengambil sebahagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita. Tak peduli itu dengan siapapun, kita harus mampu untuk mengawal tujuan kita. Karena itu: dalam mindside kita haruslah selalu tetap....

POSITIVE THINGKING!

Dan yang terpenting: Bersikap TULI jika ada orang mengatakan bahwa KITA tidak bisa mencapai cita-cita kita! Karena semua orang punya cita-cita dan kewajiban kita bagaimana melindungi cita-cita itu. Selalu berpikir: I can do this!

Ingat dulur q.

“ Raja bisa memerintah dan merampas apa yang dimiliki oleh rakyatnya, akan tetapi jiwamu adalah tanggung jawabmu!!” (kingdome of heaven)

Untuk perubahan yang lebih baik bukan hanya butuh kesadaran akan tetapi kerelaan hati untuk melakukan yang dibuktikan dengan perbuatan.

Kamis, 05 Februari 2009

Fikirkan, Putuskan, Lakukan dan Tanggung Jawab

Teringat pada waktu minum koopi sambil menghisap rokok Dji Sam Soe diwarung itu, oborolan terjadi antara q dan beberapa teman. Secara tak sengaja muncul pertanyaan yang pada waktu itu cukup menggoda untuk kami bicarakan. Salah seorang teman q bertanya “ ngomong2 siapa figur yang kamu idolakan?”. Seketika itu juga teman q yang pertama menjawab “aku memilih thomas alfa edison” kami bertanya “mengapa ?”. Dia menjawab “karena dialah penemu dari lampu pijar, sehingga bumi yang semula gelap gulita sekarang telah menjadi terang benderang”.. kami semua mengangguk. teman q yang kedua menjawab “umar bin khotob itulah idola q, karena beliau adalah teladan bagi semua pemimpin dunia ini, sifat jujur, adil, pemberani dan segala kebaikan dimilikinya”. Untuk kedua kalinya kami semua mengangguk. Ketika sudah tiba giliranku teman2 bertanya “ la sopo sing dadi idolamu?”. Tanpa ragu lagi aku menjawab “idola q adalah syaitan”, tanpa menunggu selesai bicara, mereka langsung menyerca q dengan sewidak rolas pertanyaan yang intinya tidak cocok dengan jawaban yang baru q utarakan pada teman2.

Seketika itu suasana menjadi dingin karena teman2 marah padaku. Tapi q coba untuk menjelaskan sebisa q tentang alasan kenapa memilih syaiton sebagai salah satu idola q.” Hai dulur, coba kita berfikir kembali tentang bagaimana syaitan itu bekerja, mulai nabi adam dahulu sampai sekarang mereka selalu menggoda umat manusia untuk berbuat kejahatan dan mengajak umat manusia sebagai teman dineraka nanti, tidak terbesit sedikitpun rasa menyerah pada diri mereka, yang ada hanyalah kata bisa dan bekal keoptimisan yang tinggi dalam menggapai tujuanya yaitu menggoda manusia, tidak pernah ada kata putus asa dalam kamus mereka. Dan sebenarnya inilah yang ingin q ambil pelajaran dan pembuktian bahwa dalam sesuatu yang sering kita anggab jelek, ketika kita mau sedikit lagi membaca pastilah ada yang bisa kita ambil sebagai bahan pelajaran bagi hidup ini’. Seketika itu pula teman2 q terdiam dalam pemikiran.

Kalau kita mau menengok lagi bahwa syaitan memberikan contoh bagaimana ia mampu untuk memanage langkahnya terhadap upaya untuk menggoda manusia dengan didasari keoptimisan yang tinggi, ketika kita mau belajar lagi dari realita disini tentunya kita akan malu bahwa dalam prinsip hidup untuk mengejar asa, kita sering dikalahkan oleh syaitan yang notabane nya adalah makhluk yang terlaknat, kita sudah sangat terbiasa dengan kata “aku tak bisa dan aku tak mampu untuk mengerjakan hal ini”, padahal kalau kita mau melihat lagi bahwa sebenarnya kata2 itu belumlah pantas untuk kita ucapkan, kita sering tidak mau mencoba dan mencoba, kita hanya stagnan pada posisi yang sama, hidup hanyalah statis tanpa adanya upaya untuk menjadikanya dinamis, kita terlalu banyak alasan dengan kelemahan yang ada pada diri kita, kita terlalu sering menyalahkan faktor external sebagai penghambat usaha kita untuk maju, kita hanya sering mengatakan “aku kok tidak bisa ya?, aku kok bodoh ya ?” dan hanya itulah yang berulang kali kita ucapkan setiap harinya. Dengan kata lain kelemahan yang ada malah kita mengexploitasi menjadi bumerang bagi kita, kita jarang sekali mengucapkan dan berfikir “bagaimana saya untuk bisa? Bagaimana saya untuk bangkit dari keterpurukan ini?”. Dan sebenarnya pertanyaan yang menggelitik yang harus kita jawab adalah “ masa kita kalah dengan syaitan dalam berusaha?”.

Seharusnya ketika kita sudah menyadari dengan segala kekurangan yang ada, kita harus bisa berdiri dan bangkit dari kekurangan itu, karena setiap manusia pastilah punya kelebihan dan kekurangan sendiri2 yang itu merupakan sunatullah. Kekurangan yang ada haruslah dijadikan sebagai batu loncatan kearah yang lebih baik lagi. Ingat dulur, bahwa bukan hanya kesadaran yang diperlukan untuk menjadikan diri kita lebih baik, akan tetapi butuh kerelaan hati untuk melakukan sebuah perubahan yang diwujudkan dengan perbuatan.

Masalah yang baru dan sering terjadi adalah ketidak sanggupan dalam melakukan hal2 yang menjadi solusi dari setiap kekurangan yang ada, seperti halnya kita sudah tahu bahwa solusi satu2nya dari peningkatan kualitas skill kita dalam ranah divisi adalah dengan jalan latihan, baik itu latihan individu atau latihan secara rutin yang telah dicanangkan oleh pihak latbang, kita terlalu sering memandang latihan hanyalah sebuah formalitas rutinan saja yang tentunya kita sering kali tidak bersemangat dan hanya sekedar ikut2an, kita jarang memaknai latihan sebagai salah satu proses pemahaman tentang perjalanan hidup.

Kalau kita lebih meneliti lagi bahwa ketika dari pengurus divisi mengadakan latihan maka tentunya ada yang dinamakan tahapan2 ataupun proses menuju latihan yang ideal, seperti adanya persiapan2 yang berfungsi sebagai pendukung dari proses latihan itu sendiri. Seperti halnya menyiapkan sound sistem atau sering akrab ditelinga kita sebut dengan “Ceck Sound” pada divisi musik serta menyiapkan peralatan audio untuk divisi qiroah juga seperti halnya menyiapkan aneka cat, kuas, kertas dan peralatan lainya untuk divisi khot. Proses berikutnya adalah latihan itu sendiri yang didalam nya harus ada seorang leader yang berfungsi sebagai penanggung jawab dan bertugas memimpin jalanya latihan. Setelah itu proses terakhir adalah evaluasi, dalam evaluasi, kita digembleng secara mental untuk berani mempertanggung jawabkan segala yang kita lakukan pada waktu latihan.

Begitu juga dalam hidup ini, tentunya kita akan selalu dihadapkan dengan namanya tahapan, ternyata kita bisa belajar memandang dan berorientasi hidup seperti halnya latihan yang sering kita lakukan, sama halnya ketika kita ingin menggapai segala tujuan, tentunya kita akan selalu menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan tujuan itu baik itu secara materi or imateri, persiapan diperlukan sebagai sarat mutlak dalam mensukseskan tujuan, setelah persiapan selesai barulah kita mengerjakan apa yang kita rencanakan. Proses yang terakhir adalah tanggung jawab kepada setiap perbuatan yang kita lakukan, dan ingat dulur q “fikirkan, putuskan, lakukan dan tanggung jawab”. ^_^.

612X!!