Senin, 08 Juni 2009

cerita sukses, motivasi, Cacat

Cacat
Seorang pemikul air di india mempunyai dua wadah air yang besar. Masing-masing wadah itu digantungkan pada kedua ujung kayu yang kemudian dipikul oleh sipemikul air. Salah satu wadah air itu retak , sedang wadah yang lain sempurna dan selalu berisi penuh sejak dipikul dari sungai sampai kerumah tuanya. Adapun wadah yang retak hanya bias membawa air setengahnya saja.
Kejadian itu berlangsung selama kurun waktu dua tahun. Wadah yang sempurna tentu saja bangga akan prestasi yang diarihnya.akan tetapi wadah yang cacat merasa malu atas ketidak sempurnaanya. Selalu merasa sedih karena ia hanya bias membawa separuh dari jumlah air yang seharusnya.
Setelah dua tahun dari apa yang dianggapnya sebagi kegagalan pahit, ia akhrnya bicara kepada sipemikul air di tepi sungai, “ aku malu pada diriku sendiri, dan aku minta maaf kepadamu.”
“mengapa?” Tanya sipemikul air. “apa yang kau malukan?”
“selama dua tahun ini akau hanya dapat mengantarkan air separuh dari wadahku, retak air dari tubuhku memocorkan air sepanjang jalan kerumah tuanmu. Karena cacatku ini, maka kau harus bekerja lebih berat; kau tidak mendapatkan hasil sesuai dengan jerih payahmu,” keluh wadah itu.
Sipemikul air merasa kasihan pada wadah cacat itu, lalu dengan penuh haru ia berkata. “dalam perjalanan ke rumahtuanku nanti, kuharap kau memperhatikan keindahan bunga-bung yang tumbuh dispanjang jalan.”
Memang benar! Ketika mereka mendaki pegunungan, wadah yang cacat itu melihat disepanjang jalan tumbuh bunga-bunga yang indah yang diterpa sinar matahari pagi. Pemandangan ini sedikit menghibur hatinya. Namun, pada akhir perjalanan ia kembali merasa sedih dikarenakan mengetahui air yang disimpanya tinggal separuh karena bocor sepanjang perjalanan, ia kemudian meminta maaf lagi atas kegagalanya.
Sipemikul air berkata kepadanya, “tidakkah kau perhatiakan, bahwa bunga-bunga itu hanya tumbuh disisi yang engkau lalui, bukan disisi wadah yang lain? Itu karena aku mengetahui kelemahanmu lalu aku memanfaatkanya, aku menanam benih disepanjang jalan yang engkau lalui setiap harinya. Setiap hari, setelah aku mengambil air dari sungai, kau menyirami benih-benih itu, selama hampir dua tahun, aku bias memetik bunga nan indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Jadi bila keadaanmu tidak demikian, tentu tuanku tidak akan pernah bias mendapatkan keindahan itu didalam rumahnya.”

hikmah dari sebrang
“Sukses Luar Biasa Dahsyat”
“toev612.blogspot.com”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar